Sunday, July 21, 2013

Struktur Header IPv6 dan Header IPv4


Penulis : Nursanto
Kali ini kita belajar tentang struktur atau konstruksi header IPv4 dan IPv6. Diketahui bahwa header IPv6 memiliki ukuran atau size fix sebesar 40 byte (byte bukan bit). Dua field-nya /source dan destination address masing-masing menggunakan 16 byte (128 bit), sehingga hanya tersisa 8 byte untuk keperluan informasi header umum. Berikut perbandingan antara header IPv4 dan header IPv6:

Dari diagram didapat bahwa perbedaan utama header IPv4 dan header IPv6 adalah besar bit untuk source address dan destination address, dimana IPv6 memiliki ukuran 128 bit, yang mana berarti empat kali lebih besar dari pada IPv4 yang hanya 32 bit.
Konstruksi header IPv6 mengalami perubahan dari konstruksi IPv4, beberapa field telah dibuang ataupun diganti dengan field baru. Beberapa diantaranya adalah:
  • Header Length
    Field ini dibuang karena tidak berperan lagi dalam header dengan ukuran panjang tetap. Pada IPv4, panjang minimum header adalah 20 byte, tetapi jika beberapa opsi ditambahkan dapat menjadi 4 byte sampai 60 byte. Sedangkan pada IPv6 hal tersebut tidak berlaku karena opsi-opsi digantikan oleh peran header extension.
  • Identification, Flags, dan Fragment Offset
    Identification, Flags, dan Fragment Offset adalah header dalam IPv4, ketiganya berperan dalam fragmentasi paket. Fragmentasi terjadi saat paket yang dikirim berukuran besar sedangkan jaringan hanya mendukung pengiriman untuk ukuran paket yang lebih kecil. Sehingga paket dibagi ke potongan lebih kecil lalu memfordward paket tersebut serentak dan akan disusun kembali di host tujuan.
    Saat ada paket yang error, keseluruhan transmisi harus dibentuk ulang. Sedangkan dalam IPv6, jika ada hal seperti diatas, penanganan dilakukan host-host dengan mempelajari ukuran Path Maximum Transmission Unit (MTU) melalui prosedur yang dinamakan Path MTU Discovery.
  • Header Checksum
    Header checksum dihapus untuk meningkatkan kecepatan. Jika router-router tidak lagi harus mengecek dan mengupdate checksum, pemrosesan akn lebih cepat.
  • Type of Service
    Field Type of Service digantikan dengan TrafficClass. IPv6 menjalankan mekanisme berbeda untuk menangani preferensi-preferensi. 
Header Extension dalam IPv6 merupakan header-header tambahan yang berguna untuk menangani data-data opsional yang ditemukan dalam IPv4, dan data extra. Pada sebuah IPv6, header-header tambahan inidapat dirantaikan berurutan dan ditempatkan melalui field Next Header.

sumber: Buku "IPv6 Addressing" karya Rahmat Rafiudin
Tuesday, July 16, 2013

IPv6 Broadcasting Method

Penulis : Nursanto

Sekali-kali posting tentang jaringan biar gak jenuh. Kali ini saya nulis tentang metode broadcasting yang digunakan pada IPv6. Terdapat 3 metode yang digunakan, apa saja itu? ini dia:
1. Unicast address

Unicast address digunakan untuk identifikasi interface tunggal. Unicast adalah komunikasi diantara host tunggal dengan penerima tunggal. Dengan topologi routing unicast paket-paket yang dikirim ke unicast address dihantarkan ke sebuah interface yang dikenali oleh address yang bersangkutan.

2. Multicast address
Digunakan untuk mengirim paket-paket ke multi tujuan. Multicast merupakan komunikasi diantara host tunggal dan multi penerima (subnet). Paket-paket dikirim ke semua interface yang menjadi bagian/kelompok dari grup multicast. Grup tersebut dikenali oleh address tujuan paket-paket IPv6 bersangkutan.

3. Anycast address
Anycast address digunakan untuk mengirim paket ke satu set interface-interface dalam node-node berbeda yang dikenali (dapat berupa node-node tujuan maupun router-router). Transmisi anicast mengirimkan paket-paket ke hanya satu interface, tidak ke semua interface. Interface yang dipilih adalah yang terdekat (dalam jarak routing), sebagaimana dikenali oleh protokol routing.

sumber: Buku "IPv6 Addressing" karya Rahmat Rafiudin
Friday, July 12, 2013

Program Faktorial dengan Python


Penulis : Nursanto
Apa kabar semuanya, makasih sudah buka blog saya ini. hehe. Kali ini saya belajar membuat program untuk mencari nilai faktorial dengan bahasa Python. Bagi yang sudah jago mungkin dalam hitungan menit jadi, tpai karena saya baru belajar saya butuh waktu 1 mingguan untuk membuatnya,,,heheh. Oke bung langsung aja ini programnya:


Oke saya akan coba menjelaskan beberapa baris program di atas,

  1. baris pertama berfungsi untuk meminta input, inputnya saya definisikan dengan variabel "nilai" selain itu inputnya juga di buat integer.
  2. baris 2-6 adalah mendefinisikan fungsi. funsi yang saya buat tersebut akan menghasilkan nilai 1 jika input bernilai kurang dari 1 dan akan menjalankan "nilai*faktorial(nilai-1)" saat input lebih dari 1.
  3. baris ke 7 adalah perulangan dan baris terakhir untuk outputnya


Mungkin baru itu yang saya tahu. Kurang lebihnya saya mohon maaf.